Rabu, 18 September 2013

Evolusi Sistem Pendukung Keputusan Dalam Perkembangan Sistem Informasi

Evolusi Perkembangan Sistem Informasi

Penggabungan antara teknologi informasi dan teknologi telekomunikasi telah menghasilkan suatu revolusi di bidang sistem informasi.
Secara garis besar ada empat era perkembangan sistem informasi, yang dimulai dari pertama kali ditemukannya komputer hingga saat ini.
Era Komputerisasi
Periode ini dimulai sekitar tahun 1960 – an ketika mini komputer dan mainframe diperkenalkan perusahaan, seperti IBM, ke dunia industri. Kemampuan menghitung sedemikian cepat menyebabkan banayak sekali perusahaanyang memanfaatkannya untuk keperluan pengolahan data (data processing).
Pemakaian komputer dimasa ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, karena terbukti untuk pekerjaan – pekerjaan tertentu, mempergunakan komputer jauh lebih efisien dibandingkan dengan mempekerjakan berpuluh – puluh SDM untuk hal serupa.
Pada era tersebut, kebanyakan perusahaan – perusahan besar yang bergerak di bidang infrastruktur (listrik dan telekomunikasi) dan pertambangan pada saat itu membeli komputer untuk membantu kegiatan administrasinya.
 

Era Teknologi Informasi
Diawal tahun 1970 – an, teknlogi PC (Personal Computer) mulai diperkenalkan sebagai alternatif pengganti Mini Computer. Kegunaan komputer diperusahaan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga untuk mendukung terjadinya proses kerja yang lebih efektif.
Tidak seperti halnya pada era komputerisasi ketika komputer hanya menjadi “milik pribadi” divisi EDP (Elektronik Data Processing) perusahaan, di era kedua ini setiap individu di organisasi dapat memanfaatkan kecanggihan komputer, seperti untuk mengolah database, spreadsheet, maupun data processing (end user computing).
Era Sistem Informasi
Pada era ini yang lebih ditekankan adalah sistem informasi, karena komputer dan teknologi informasi merupakan komponen dari sistem informasi. Kunci keberhasilan perusahaan di era tahun 1980 – an adalah penciptaan dan penguasaan informasi secara tepat dan akurat.
Tidak dapat disangkal lagi bahwa kepuasan pelanggan terletak pada kualitas pelayanan. Disinilah peranan sistem informasi sebagai komponen utama dalam memberikan keunggulan kompetitif perusahaan.
Oleh karena itu, kunci kinerja perusahaan adalah pada proses yang terjadi baik dalam perusahaan (back office) maupun yang langsung berhubungan langsung dengan pelanggan (front office). Dengan memfokuskan diri pada penciptaan proses bisnis yang efisien, efektif dan terkontrol dengan baik, sebuah perusahaan akan memiliki kinerja yang andal.
Tidak heran di era tahun 1980 – an sampai dengan awal tahun 1990 – an terlihat banyak sekali perusahaan yang melakukan Business Process Reengineering (BPR), restrukturisasi, implementasi ISO – 9000, implementasi TQM, instalasi dan pemakaian sistem informasi korporat (SAP, Oracle, BAAN) dan sebagainya. Pendayagunaan teknologi informasi terlihat sangat mendominasi setiap program manajemen perubahan perusahaan.
 

Era Globalisasi Informasi
Fenomena yang terlihat sejak tahun 1980 – an, perkembangan di bidang teknologi informasi (komputer dan telekomunikasi) demikian pesat. Keberadaannya telah menghilangkan batas – batas antar negara dalam hal flow of information. Tidak ada Negara yang mampu membatasi aliran informasi dari atau keluar negara lain karena batasan antar negara tidak dikenal di dunia maya.
Penerapan teknologi seperti LAN, WAN, GlobalNet, Intranet, internet dan ekstranet semakin hari semakin merata dan membudaya di masyarakat. Perusahaan – perusahaan pun tidak lagi terikat pada batasan fisik . Melalui dunia maya, seseorang dapat mencari pelanggan di seluruh dunia yang terhubung dengan jaringan internet. 


Sistem Pendukung Keputusan Sebagai Bagian Dari Evolusi Perkembangan Sistem Informasi


Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.
Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Menurut Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa.
Tahapan SPK:
  • Definisi masalah
  • Pengumpulan data atau elemen informasi yang relevan
  • pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan
  • menentukan alternatif-alternatif solusi (bisa dalam persentase)
Tujuan dari SPK :
  • Membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur
  • Mendukung manajer dalam mengambil keputusan
  • Meningkatkan efektifitas bukan efisiensi pengambilan keputusan

Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) / Decision Support Sistem (DSS) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision Sistem. Sistem tersebut adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur.
Istilah SPK mengacu pada suatu sistem yang memanfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan. Untuk memberikan pengertian yang lebih mendalam, akan diuraikan beberapa difinisi mengenai SPK yang dikembangkan oleh beberapa ahli, diantaranya oleh Man dan Watson yang memberikan definisi sebagai berikut, SPK merupakan suatu sistem yang interaktif, yang membantu pengambil keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur maupun yang tidak terstruktur.
Karakteristik dan Nilai Guna
Karakteristik sistem pendukung keputusan adalah :
  1. Sistem Pendukung Keputusan dirancang untuk membantu pengambil keputusan dalam memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menambahkan kebijaksanaan manusia dan informasi komputerisasi.
  2. Dalam proses pengolahannya, sistem pendukung keputusan mengkombinasikan penggunaan model-model analisis dengan teknik pemasukan data konvensional serta fungsi-fungsi pencari / interogasi informasi.
  3. Sistem Pendukung Keputusan, dirancang sedemikian rupa sehingga dapat digunakan/dioperasikan dengan mudah.
  4. Sistem Pendukung Keputusan dirancang dengan menekankan pada aspek fleksibilitas serta kemampuan adaptasi yang tinggi.
Dengan berbagai karakter khusus diatas, SPK dapat memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Manfaat yang dapat diambil dari SPK adalah :
  1. SPK memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data / informasi bagi pemakainya.
  2. SPK membantu pengambil keputusan untuk memecahkan masalah terutama berbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur.
  3. SPK dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.
  4. Walaupun suatu SPK, mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun ia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya, karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan.
Di samping berbagai keuntungan dan manfaat seperti dikemukakan diatas, SPK juga memiliki beberapa keterbatasan, diantaranya adalah :
  1. Ada beberapa kemampuan manajemen dan bakat manusia yang tidak dapat dimodelkan, sehingga model yang ada dalam sistem tidak semuanya mencerminkan persoalan sebenarnya.
  2. Kemampuan suatu SPK terbatas pada perbendaharaan pengetahuan yang dimilikinya (pengetahuan dasar serta model dasar).
  3. Proses-proses yang dapat dilakukan SPK biasanya juga tergantung pada perangkat lunak yang digunakan.
  4. SPK tidak memiliki kemampuan intuisi seperti yang dimiliki manusia. Sistem ini dirancang hanyalah untuk membantu pengambil keputusan dalam melaksanakan tugasnya.
Jadi dapat dikatakan bahwa SPK dapat memberikan manfaat bagi pengambil keputusan dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja terutama dalam proses pengambilan keputusan.
Komponen Sistem Pendukung Keputusan
Sistem pendukung keputusan terdiri atas tiga komponen utama yaitu :
  1. Sub sistem pengelolaan data (database).
  2. Sub sistem pengelolaan model (modelbase).
  3. Sub sistem pengelolaan dialog (userinterface).
Sub sistem pengelolaan data (database)
Sub sistem pengelolaan data (database) merupakan komponen SPK yang berguna sebagai penyedia data bagi sistem. Data tersebut disimpan dan diorganisasikan dalam sebuah basis data yang diorganisasikan oleh suatu sistem yang disebut dengan sistem manajemen basis data (Database Management System).
Sub sistem pengelolaan model (model base)
Keunikan dari SPK adalah kemampuannya dalam mengintegrasikan data dengan model-model keputusan. Model adalah suatu tiruan dari alam nyata. Kendala yang sering dihadapi dalam merancang suatu model adalah bahwa model yang dirancang tidak mampu mencerminkan seluruh variabel alam nyata, sehingga keputusan yang diambil tidak sesuai dengan kebutuhan oleh karena itu, dalam menyimpan berbagai model harus diperhatikan dan harus dijaga fleksibilitasnya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pada setiap model yang disimpan hendaknya ditambahkan rincian keterangan dan penjelasan yang komprehensif mengenai model yang dibuat.
Subsistem pengelolaan dialog (user interface)
Keunikan lainnya dari SPK adalah adanya fasilitas yang mampu mengintegrasikan sistem yang terpasang dengan pengguna secara interaktif, yang dikenal dengan subsistem dialog. Melalui subsistem dialog, sistem diimplementasikan sehingga pengguna dapat berkomunikasi dengan sistem yang dibuat.
Fasilitas yang dimiliki oleh subsistem dialog dibagi menjadi tiga komponen :

  1. Bahasa aksi (action language), yaitu suatu perangkat lunak yang dapat digunakan oleh user untuk berkomunikasi dengan sistem, yang dilakukan melalui berbagai pilihan media seperti keyboard, joystick dan keyfunction yang lainnya.
  2. Bahasa tampilan (display and presentation language), yaitu suatu perangkat yang berfungsi sebagai sarana untuk menampilkan sesuatu. Peralatan yang digunakan untuk merealisasikan tampilan ini diantaranya adalah printer, grafik monitor, plotter, dan lain-lain.
  3. Basis pengetahuan (knowladge base), yaitu bagian yang mutlak diketahui oleh pengguna sehingga sistem yang dirancang dapat berfungsi secara interaktif.


Referensi :

http://tik-mrwindu.blogspot.com/2011/04/evolusi-perkembangan-sistem-informasi.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pendukung_keputusan

http://haniif.wordpress.com/2007/08/01/23-tinjauan-pustaka-sistem-pendukung-keputusan-spk/ 
 
»»  READMORE...

Selasa, 07 Mei 2013

Konversi RGB Color Image Processing

Hay guys, kali ini saya akan membagikan cara mengkonversikan warna RGB ke berbagai cara pengkonversian. soal yang ada di bawah ini saya dapat dari materi perkuliahan STIKOM ARTHA BUANA KUPANG. berikut soalnya :


Yang pertama yaitu teknik pengkonversian menggunakan CMYK (Cyan, Magenta, Yellow dan Black) tapi dalam dunia warna disingkat CMY saja. warna CMY ini paling cocok untuk percetakan dan sifatnya subtractive.

Yang kedua yaitu teknik pengkonversian menggunakan HSV (Hue Saturation Value)/HSI (Hue Saturation Lightness/Intensity). Model ini paling cocok dengan persepsi mata manusia.

Yang ketiga yaitu teknik pengkonversian menggunakan YIQ (Iluminance Iphase Quadrature). Model ini digunakan untuk standar dalam dunia pertelevisian (TV).
sedikit penjelasan tentang YIQ ini menggunakan nilai konstanta yang di dapat dari teknik graylevel, kemudian dikalikan terus didapatkan hasil outputnya.
Catatan : cara pengkonversian ini dikerjakan dari microsoft excel dan rumusnya silahkan teman-teman cari sendiri.
sekian penjelasan saya. mudah-mudahan bermanfaat bagi kalian guys. Bila ada kesalahan atau kekurangan silahkan di comment. Thanks.

»»  READMORE...

Kamis, 25 April 2013

Hari Jadi Kota Kupang



Kota Kupang adalah ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Luas wilayah adalah 1.634 km² dengan 6 kecamatan yaitu kecamatan Alak, kecamatan Kelapa Lima, kecamatan Maulafa, kecamatan Oebobo, kecamatan Kota Lama dan kecamatan Kota Raja serta dilalui 2 musim yakni musim kemarau dan musim hujan. Letak Kota Kupang sangat strategis sebagai pintu gerbang Asia Pasifik. Mempunyai sebuah bandara yaitu Bandar Udara El Tari yang melayani penerbangan domestik maupun internasional (Dili-Timor Leste dan Darwin-Australia).

Gambar Lokasi Kota Kupang
Radio :
Mempunyai 1 stasiun pemerintah dan 13 stasiun swasta, diantaranya :
Stasiun Pemerintah dibagi menjadi 3 siaran :
  • RRI PRO 1 FM 94,4 Mhz
  • RRI PRO 2 FM 90,9 Mhz
  • RRI PRO 3 FM 101,9 Mhz
Stasiun swasta :
  • SUARA HAM FM 88,4 Mhz
  • GISKA FM 89,3 Mhz
  • SUARA TIMOR FM 90,1 Mhz
  • MADIKA TV CHANEL & RADIO 91,7 Mhz
  • AFB TV CHANEL 40 UHF & RADIO 95.2 Mhz
  • SUARA KUPANG FM 96,0 Mhz
  • RAMAGONG FM 96,7 Mhz
  • KAISAREA VOICE FM 97,6 Mhz
  • LIZBETH FM 98,4 Mhz
  • TIRILOLOK FM 101,1 Mhz
  • DMWS FM 103,5 Mhz
  • KISORA FM 105,1 Mhz
  • ELGIBOR FM 107,7 Mhz

Wisata Kuliner
Kota ini menyimpan banyak pesona, khususnya penggemar sea food. Wisatawan yang berkunjung ke kota ini biasanya terkesan dengan ikan bakar yang ukurannya besar-besar dan harga relatif murah. Dinikmati dengan sambal khas kupang, Juga cumi, serta udang segar yang mengeluarkan aroma manis ketika dibakar mengundang selera. 
Disamping itu, wisatawan juga akan disuguhkan salah satu makanan khas Kota Kupang "jagung bose". Makanan yang dibuat dari campuran jagung dan sayuran serta biji-bijian (biasanya kacang hijau dan kacang tanah). Ada juga daging se'i yaitu daging sapi atau daging babi yang diasap dan dicampur susu, garam dan rempah-rempah sehingga rasanya ada yang manis dan juga asin. Kota ini juga memiliki pesona wisata karena memiliki pantai pasir putih yang indah dan laut biru yang cantik yang sejak beberapa Tahun ini menjadi langganan persinggahan peserta lomba perahu layar internasional. Satu lagi yang unik adalah penjual jagung bakar yang terbentang sepanjang trotoar di jalan El Tari (depan kantor gubernur) menjadi tempat favorit pemuda/i Kota Kupang.

Keunikan Kota Kupang
 sumber gambar : wikipedia
Salah satu keunikan Kota Kupang yang hampir tidak ditemukan di setiap Kota di Indonesia yaitu angkutan kotanya yang sering disebut "bemo" oleh penduduk Kota Kupang, atau lebih tepatnya yang biasa dikenal sebagai mikrolet. Keunikan angkot di Kota Kupang karena tampilan angkotnya yang penuh dengan asesoris, dekorasi dan musik yang menggelegar. Bagi para penikmat musik-musik keras bisa mencoba "Diskotek Berjalan" ala Kota Kupang. Dari semua keunikan yang sangat menonjol adalah batu karang. Ciri ini sangat khas Kupang sehingga Kupang disebut "Kota Karang". Kita juga dapat melihat pohon lontar (pohon tuak) pada beberapa titik sabana di Kupang.

HARI JADI KOTA KUPANG
Filosofi pembangunan Kota Kupang punya spirit, yaitu spirit filosofi, “LIL AU NOL DAEL BANAN” yang berarti “BANGUNLAH AKU DENGAN HATI YANG TULUS” dengan Visinya “MENJADIKAN KOTA KUPANG SEBAGAI KOTA BERBUDAYA, MODERN, PRODUKTIF DAN NYAMAN”. Berangkat dari filosofi tersebut pemerintah Kota Kupang mengangkat panca fokus pembangunan Kota Kupang yakni :
Karya : Penciptaan peluang dan kesempatan kerja.
Aman : Penciptaan dan suasana lingkungan hunian yang aman, tenteram dan pengembangan diri.
Sehat : Terbentuknya SDM yang handal, sehat rohani, sehat jasmani dan enerjik.
Indah : Terciptanya lingkungan hidup yang menarik, estetis humanis dalam keseimbangan ekologi yang berkelanjutan.
Harmonis : Terbangunnya hubungan timbal balik fisik maupun non fisik yang seimbang, dinamis dan lestari, antar manusia dan manusia dengan lingkungan hidup serta manusia dengan Tuhan penciptanya.
Sebelum kedatangan bangsa barat (Portugis (Red. Portugal) dan Belanda) pada abad 16 (+ 1561) di Kota Kupang telah ada pemerintahan helong yang dipimpin oleh raja yang bernama Koen Bissi (Koen Lai Bissi). Berpatokan dari sumber yang ada setidaknya ada beberapa peristiwa  yaitu :
1.       29 Desember 1645 seorang Paderi Portugis (Red. Portugal) bernama Antonio Desao Jasinto mendarat di Kupang dan selanjutnya mendirikan benteng pertahanan yang disebut Fort Concordia yang sekarang ditempati batalyon TNI Yonif-743 Kodam Udayana (sebelumnya merupakan istana “sonaf” Raja Helong).
2.       Agustus 1653 Belanda merebut benteng fort concordia dari Portugis (Red. Portugal) dan membangun kembali benteng tersebut di bawah pimpinan Capital Johan Burger kemudian menempatkan Operhoof J. Van  Der Heiden sebagai pimpinan.
3.       Desember 1653 Kerajaan Amarasi dan Kelompok Topasses (kemungkinan orang-orang Portugis (Red. Portugal) berkulit hitam) bersekutu menyerang Belanda di Kota Kupang.
4.       23 April 1886 oleh Residen Greeve ditetapkan batas Kota Kupang seluas 2 km2, yang diumumkan dalam lembaran Negara no. 171 Tahun 1886.
Setelah Indonesia merdeka. Pada Tahun 1949 Kota Kupang berstatus Heminte, dengan walikota pertama Almarhum Th. Y. Messakh. Melalui SK. Mendagri No. PUD. 5/16/46 Tanggal 22 Oktober 1955, Kota Kupang kemudian disamakan statusnya menjadi kecamatan. Sementara penetapan wilayah Kota Kupang, ditetapkan dalam keputusan gubernur kepala Daerah Tk. I Provinsi NTT No.17/1969 Tanggal 12 Mei. Dalam perkembangan lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 1978, Kota Kupang ditingkatkan statusnya menjadi kota administrasi kupang, yang peresmiannya dilakukan pada Tanggal 18 September 1978, dengan walikota administrasi pertama Drs. Mesakh Amalo dan selanjutnya digantikan oleh Almarhum Letkol Infanteri Samuel Kristian Lerik pada Tanggal 26 Mei 1986. Pada Tahun 1996 dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 1996 Tanggal 20 Maret, kota administrasi kupang ditingkatkan lagi menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II kupang, dengan walikotamadya pertama Almarhum Letkol Infanteri Samuel Kristian Lerik. Dengan diberlakukannya UU No. 22 Tahun 1999 tentang otonomi daerah, istilah kotamadya diubah menjadi Kota Kupang.
Sesuai dengan tahapan masa pemerintahan Kota Kupang, maka melalui Kepmendagri No. 113.63-279 Tahun 2002 dan No. 132.63-280 Tahun 2002 terTanggal 21 Juni 2002 tentang pengesahan walikota dan wakil waliKota Kupang, telah dilantik Almarhum Letkol Infanteri Samuel Kristian Lerik dan Drs. Daniel Adoe, masing-masing sebagai walikota dan wakil waliKota Kupang periode 2002-2007.
Berikut daftar Walikota dan Wakil Walikota Kupang dari masa ke masa :
1.       Walikota status Heminte Almarhum Th. Y. Messakh (1949, masa orde lama).
2.       Walikota Administrasi Drs. Mesakh Amalo (18 September 1978, masa orde baru).
3.       Walikota Administrasi Almarhum Letkol Infanteri Samuel Kristian Lerik (26 Mei 1986, masa orde baru).
4.       Almarhum Letkol Infanteri Samuel Kristian Lerik dan Drs. Daniel Adoe Periode 2002-2007 (masa orde baru ke masa reformasi).

5.       Drs. Daniel Adoe dan Drs. Daniel Hurek Periode 2007-2012.

 sumber gambar : spiritentete.blogspot.com

6.       Jonas Salean S.H., M. Si dan dr. Hermanus Man Periode 2012-2017.
 sumber gambar : www.kupangkota.go.id

7. DR. Jefirston Riwu Kore, M.M., M.H dan dr. Hermanus Man Periode 2017-2022
sumber gambar : www.berandanusantara.com



Dirgahayu Kota Kupang 25 April 1996-25 April 2017 “Nol Dael Mese” “Nekmese Ansao Mese”

Referensi :
Kabar Harian Timor Express Edisi 25 April 2006
»»  READMORE...

Kamis, 18 April 2013

Jenis-jenis Angle View dan Frame Size

Angle View
Merupakan sudut pengambilan gambar yang menekankan tentang posisi kamera berada pada situasi tertentu dalam membidik obyek.            
Bird Eye View
Pengambilan gambar dilakukan dari atas dari ketinggian tertentu sehingga memperlihatkan lingkungan yang sedemikian luas dengan benda-benda lain yang tampak dibawah sedemikian kecil. Pengambilan gambar biasanya menggunakan helikopter maupun dari gedung-gedung tinggi.
contoh :
 Sumber : Film This Means War
Sumber : Film Spiderman 4 "The Amazing Spiderman"
Sumber : Film Spiderman 4 "The Amazing Spiderman"


High Angle
Sudut pengambilan gambar tepat diatas objek, pengambilan gambar seperti ini memiliki arti yang dramatik yaitu kecil atau kerdil.
contoh :
Sumber : Film Spiderman 4 "The Amazing Spiderman"
Sumber : Film Spiderman 4 "The Amazing Spiderman"
Sumber : Film Spiderman 4 "The Amazing Spiderman"



Low Angle
Pengambilan gambar diambil dari bawah si objek, sudut pengambilan gambar ini merupakan kebalikan dari high angle. Kesan yang ditimbulkan dari sudut pandang ini yaitu keagungan atau kejayaan.
Contoh :
Sumber : Film Spiderman 4 "The Amazing Spiderman"

Sumber : Film X-Men 4 "The First Class"
Eye Level
Pengambilan gambar ini mengambil sudut sejajar dengan mata objek, tidak ada kesan dramatik tertentu yang didapat dari eye level ini, yang ada hanya memperlihatkan pandangan mata seseorang yang berdiri.
Contoh :
Sumber : Film Habibi dan Ainun

Frog Level
Sudut pengambilan gambar ini diambil sejajar dengan permukaan tempat objek berdiri, seolah-olah memperlihatkan objek menjadi sangat besar.
Contoh :
Sumber : Film Super 8
Sumber : Film Salt
Sumber : Film Super 8
Sumber : Film X-Men 4 "The First Class"


Frame Size
Merupakan pengambilan gambar berdasarkan ukuran gambar
Extreme Close Up
Pengambilan gambar sangat dekat sekali, hanya menampilkan bagian tertentu pada tubuh objek. Fungsinya untuk kedetailan suatu objek.
Contoh :
Sumber : Film Spiderman 4 "The Amazing Spiderman"

Sumber : Film X-Men 4 "The First Class"

Sumber : Film X-Men 4 "The First Class"

Big Close Up
Pengambilan gambar hanya sebatas kepala hingga dagu objek. Fungsi untuk menonjolkan ekpresi yang dikeluarkan oleh objek.
Contoh :
Sumber : Film X-Men 4 "The First Class"
Sumber : Film X-Men 4 "The First Class"


Close Up
Ukuran gambar sebatas hanya dari ujung kepala hingga leher. Fungsi untuk memberi gambaran jelas terhadap objek.
Contoh :
Sumber : Film Spiderman 4 "The Amazing Spiderman"
Medium Close Up
Gambar yang diambil sebatas dari ujung kepala hingga dada. Fungsinya untuk mempertegas profil seseorang sehingga penonton jelas.
Contoh :
Sumber : Film Spiderman 4 "The Amazing Spiderman"

Mid Shoot
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga pinggang. Fungsinya memperlihatkan sosok objek secara jelas.
Contoh :
Sumber : Film Spiderman 4 "The Amazing Spiderman"

Kneel Shoot
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga lutut. Fungsinya hampir sama dengan Mid Shot.
Contoh :
Sumber : Film Habibi dan Ainun
Full Shoot
Pengambilan gambar penuh objek dari kepala hingga kaki. Fungsinya memperlihatkan objek beserta lingkungannya.
Contoh :
Sumber : Film X-Men 4 "The First Class"

Long Shoot
Pengambilan gambar lebih luas dari pada Full Shoot. Fungsinya menunjukkan objek dengan latar belakangnya.
Contoh :
Sumber : Film X-Men 4 "The First Class"
Sumber : Film X-Men 4 "The First Class"
Sumber : Film Salt

Extreme Long Shoot
Pengambilan gambar melebihi Long Shoot, menampilkan lingkungan si objek secara utuh. Fungsinya menunjukkan bahwa objek tersebut bagian dari lingkungannya.
Contoh :
Sumber : Film X-Men 4 "The First Class"

1 Shoot
Pengambilan gambar satu objek. Fungsinya memperlihatkan seseorang/benda dalam frame.
Contoh :
Sumber : Film X-Men 4 "The First Class"

2 Shoot
pengambilan gambar dua objek. Fungsinya memperlihatkan adegan dua orang yang sedang berkomunikasi.
Contoh :
Sumber : Film Spiderman 4 "The Amazing Spiderman"
3 Shoot
pengambilan gambar tiga objek. Fungsinya memperlihatkan adegan tiga orang sedang mengobrol.
Contoh :
Sumber : Film Spiderman 4 "The Amazing Spiderman"

Group Shoot
Pengambilan gambar sekumpulan objek. Fungsinya memperlihatkan adegan sekelompok orang dalam melakukan suatu aktifitas.
Contoh : 
Sumber : Film Spiderman 4 "The Amazing Spiderman"

»»  READMORE...