Minggu, 06 Mei 2012

Depth First Search (DFS)


Searching adalah salah satu metode penyelesaian masalah dengan teknik pencarian solusi pada permasalahan tersebut.
Graph merupakan representasi dari himpunan Vertex dan Edge. Dalam kehidupan sehari-hari bisa di gambarkan oleh himpunan kota dan himpunan jalan yang saling berhubungan ataupun tidak. Untuk penelusuran vertex – vertex tersebut ada dua algoritma yang bisa digunakan, yakni :

Algoritma DFS (Depth First Search)
Algoritma DFS, yakni algoritma yang menelusuri vertex secara mendalam terlebih dahulu. Dengan kata lain algoritma ini menelusuri vertex sampai anak cabangnya, hingga tidak ditemukan anak cabang lain. Algoritma ini memiliki kelebihan, yakni cepat mencapai ruang kedalaman. Namun terdapat kekurangan, yakni menghabiskan waktu yang banyak jika suatu Graph memiliki lintasan yang panjang ( anak cabang banyak ). Algoritma DFS dalam penelusurannya menggunakan stack.
Untuk lebih memperjelas, bisa dilihat contoh di bawah ini :

Hasil Penelusuran dengan  DFS :
A    B    E    G     F    C    H    D
Penelusuran DFS pada Graph G1, penjelasannya adalah sebagai berikut :
Pertama Kali, penelusuran dimulai dengan vertex dengan abjad paling rendah (A), kemudian penelusuran dilanjutkan dengan mencari anak cabang (adjacent) terdekat dari A, dan lanjutkan penelusuran ke vertex dengan abjad yang lebih rendah, yakni B. Ketika berada di B, terdapat dua cabang, pilih vertex yang lebih rendah yakni E dan dilanjutkan ke vertex G. Sekarang penelusuran sudah berada di G, namun anak cabang dari G kembali lagi ke A yang sudah pernah di telusuri. Maka, penelusuran akan kembali ke anak cabang level sebelumnya untuk mencari anak cabang lain. Dalam konteks diatas, dari G akan kembali ke E, karena tidak ada lagi adjacent maka akan kembali ke B. Dari B akan di lanjutkan ke C lalu dilanjutkan ke H, kembali ke C dan kembali ke F lalu dilanjutkan ke D. Vertex D merupakan penelusuran terakhir dari Algoritma ini, karena semua vertex sudah dikunjungi.


Tampilan DFS setelah dikunjungi

Jika diurutkan menurut kunjungan vertex, maka tampilan diagram seperti dibawah ini :
tampilannya diilustrasikan seperti pohon yang terbalik (A merupakan akar sedangkan D merupakan akhir dari pohon).



»»  READMORE...

Jumat, 04 Mei 2012

Bisnis Motif Kain Tenun Nusa Tenggara Timur


PENDAHULUAN
Kain merupakan bahan sandang yang sangat-sangat dibutuhkan manusia saat ini, baik dari zaman nenek moyang kita mereka telah lama mengenal kain. Disini kain yang dipakai atau digunakan merupakan kain tradisional yang sudah turun temurun dipakai oleh leluhurnya. Bahan yang digunakan juga berasal dari tumbuh-tumbuhan yaitu kapas sedangkan pewarnanya digunakan juga dari tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan warna yang baik.
Perbedaan pada kain yang sudah dimodif bisa dilihat pada warnanya yang terlalu mencolok (terang) sedangkan yang menggunakan warna asli warnanya tidak terlalu terang (pudar).

LATAR BELAKANG MASALAH
Bisnis penjualan yang saya temui di daerah kita ini yaitu kebanyakan masih memasarkannya secara mandiri dalam artian menjualnya door to door dan kalau di daerah perkotaan biasanya ditemui pada toko-toko suvenir yang menjual berbagai macam kain tenun motif daerah kita.
Memang yang ditemui di toko bagus-bagus dan macam-macam pilihannya, tapi kadang ada yang sudah bukan handmade melainkan sudah menggunakan teknologi modern (pembuatan dalam mesin modern). Penjualan di toko-toko memang sangat baik disamping memasarkan hasil kerajinan tangan khas daerah kita juga setidaknya membantu orang-orang yang membuatnya secara handmade. Namun yang saya tekankan disini apa salahnya jika kita memasarkannya menggunakan teknologi mutakhir saat ini yaitu internet. Zaman sekarang ini, di belahan dunia ini mana ada yang tidak kenal internet semuanya tahu internet

TUJUAN PRODUK INI DIBUAT             
  1. Memperkenalkan hasil kerajinan daerah kita tidak hanya dari mulut ke mulut, iklan di Koran, majalah dan sebagainya, tetapi diperkenalkan juga melalui dunia maya (internet).
  2. Dapat mempromosikan daerah kita yang sangat kaya kepada orang banyak.
  3. Dapat menunjukkan bahwa bisnis ini sangat baik untuk dijalankan mengingat besarnya potensi dari bisnis ini.
  4. Dapat memberikan masyarakat wawasan dan ilmu pengetahuan yang bermanfaat.

GAMBARAN UMUM USAHA
1.      Ide Produk
Saat ini, usaha penjualan kain tenun daerah kita belum begitu banyak diperhatikan. Ini terjadi karena masyarakat khususnya di kota Kupang banyak yang sudah beralih ke pemakaian kain modern yang sudah mengggunakan mesin-mesin dengan teknologi tinggi. Perlu diketahui bahwa Kota Kupang merupakan daerah yang sangat tepat untuk memajukan usaha ini karena memiliki potensi yang sangat besar ditambah kota tercinta kita ini merupakan golden triangle (segitiga emas) yang merupakan pintu gerbang asia pasifik. Tentu saja kehadiran para wisatawan di kota Kupang menjadi potensi lahan yang besar untuk memasarkan produk kita selain untuk masyarakat kita sendiri juga dipasarkan sekaligus diperkenalkan kepada para wisatawan yang berkunjung ke kota Kupang. Selain kita memasang iklan di blog maupun website  yang menarik, dengan adanya kunjungan para wisatawan domestik maupun asing kita tarik minat mereka mungkin dengan cara seperti memberikan mereka cinderamata khas daerah kita otomatis akan teringat di benak mereka untuk kembali ke kota kita yang tercinta.
Ide produk yang dikembangkan disini bukan saja memasarkannya berupa kain maupun selendang, tetapi bagaimana kalau disamping penjualan originalnya kita membuat gebrakan-gebrakan baru dengan berinovasi dengan motif kain tenun daerah kita ini, seperti : membuat dalam bentuk dompet, kipas tangan, tas, rompi dan lain sebagainya yang unik sehingga menambah daya pikat masyarakat maupun para wisatawan domestik dan mancanegara.
Keunggulan dari pemasaran produk ini mempunyai manfaat bagi masyarakat kita, yaitu untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai motif kain adat yang ada di daerah kita yang tercinta.
2.     Kendala-kendala
Dalam pembuatan dan pemasaran produk lokal kita ini, ditemukan juga kendala-kendala yang dihadapi diantaranya : bahan-bahan yang sulit dijangkau seperti bahan-bahan  untuk pewarna alami kain dan kapas yang dibuat benang. Selain itu tenaga pembuat tenun ikat juga sulit ditemukan, biasanya dibeli kain yang sudah jadi lalu dipasarkan.

BEBERAPA CONTOH KAIN TENUN MOTIF NUSA TENGGARA TIMUR
KOTA KUPANG
gambar diatas adalah motif Semau Helong
gambar ini merupakan motif Timor Helong
KABUPATEN KUPANG
motif dari daerah Amarasi
KABUPATEN TTS

KABUPATEN TTU
motif daerah Insana
KABUPATEN BELU

KABUPATEN ROTE NDAO

KABUPATEN SABU RAIJUA

KABUPATEN SUMBA TIMUR

KABUPATEN SUMBA TENGAH

pada dasarnya motif Sumba Tengah juga mirip dengan Sumba Barat yang merupakan Kabupaten induk
KABUPATEN SUMBA BARAT

KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA
pada dasarnya motif Sumba Barat Daya juga mirip dengan Sumba Barat yang merupakan Kabupaten induk
KABUPATEN MANGGARAI BARAT
pada dasarnya motif Manggarai Barat juga mirip dengan Manggarai yang merupakan Kabupaten induk
KABUPATEN MANGGARAI

KABUPATEN MANGGARAI TIMUR
pada dasarnya motif Manggarai Timur  juga mirip dengan Manggarai yang merupakan Kabupaten induk
KABUPATEN NDADA

KABUPATEN NAGEKEO
pada dasarnya motif Nagekeo juga mirip dengan Ngada yang merupakan Kabupaten induk
KABUPATEN ENDE

KABUPATEN SIKKA

KABUPATEN FLORES TIMUR

KABUPATEN LEMBATA

KABUPATEN ALOR

»»  READMORE...